PERBEDAAN JAUNDICE DAN IKTERUS

Hiponatremi dan Hiperkalemi sebagai Komplikasi Luka Bakar Luas
March 3, 2019
#SEXYKILLERS: Sebuah Plot Twist Pertarungan Penguasa, Oligarki Tambang dan Keruntuhan PANCASILA
April 16, 2019






Sering menggunakan istilah Jaundice tau Ikterus, tapi apakah kedua istilah ini memiliki perbedaan dalam penggunaannya dalam kehidupan klinis kita sehari-hari? Baca lebih lanjut ya!




Dalam praktek kita sehari-hari, terutama saat TS berada di putaran stase bedah, IPD dan Anak, tentunya sering menemukan pasien dengan presentasi kuning. Kuning dapat teramati melalui sklera mata dan kulit. Saat berada di Rumah Sakit, kita lebih sering mendengar ini sebagai Jaundice dan/atau Ikterus. Tahukah kamu, bahwa pada beberapa referensi, menyebutkan bahwa Jaundice/ikterus, pada kondisi yang sangat berat justru berwarna kehijauan.

Warna ini timbul akibat adanya kelainan pada metabolisme bilirubin. Pada prinsipnya, sel darah merah pada tubuh akan didegradasi pada waktunya, dan memecahnya menjadi bagian-bagian tertentu, salah satunya Bilirubin. Bilirubin dapat dikatakan sebagai bahan sisa yang seharusnya di buang melalui urin dan feses.


Warna ini timbul akibat adanya kelainan pada metabolisme bilirubin. Pada prinsipnya, sel darah merah pada tubuh akan didegradasi pada waktunya, dan memecahnya menjadi bagian-bagian tertentu, salah satunya Bilirubin. Bilirubin dapat dikatakan sebagai bahan sisa yang seharusnya di buang melalui urin dan feses.



Pada prakteknya, Dokter dan tenaga kesehatan lainnya sering menggunakan istilah Jaundice maupun Ikterus sebagai bentuk temuan warna kuning yang luas pada tubuh pasien. Tentunya hal ini menarik untuk dibahas, mengenai dimana letak perbedaan kedua istilah ini.


Jawabannya adalah SAMA SAJA. Berdasarkan penelusuran literatur oleh mimin, kedua istilah ini hanya berbeda pada akar kata, yaitu Icteric dari bahasa Yunani yang berarti perubahan warna kuning pada mata, kulit dan seluruh mukosa. Sedangkan Jaundice berasal dari kata Jaune, bahasa Perancis yang berarti kuning. Beberapa literatur menyebutkan bahwa kondisi “kuning” yang sangat berat menggunakan istilah Ikterik sebagai preferensi banyak klinisi.


Perlu mimin tekankan kembali, bahwa Jaundice atau Ikterus bukanlah suatu diagnosis, melainkan manifestasi klinis atau temuan yang signifikan, terkait kondisi yang tengah dialami pasien. Untuk lebih memahami lebih jauh bagaimana Jaundice/Ikterus ini dapat terjadi, yuk kita pelajari sedikit rangkuman tentang perbedaan sebab munculnya Jaundice/Ikterus yang secara umum terbagi menjadi 3 macam.


1.Pre-hepatik/hemolitik

Perubahan warna kuning akibat meningkatnya bilirubin dalam darah yang pertama muncul akibat degradasi besar-besaran sel darah merah. Pada proses ini, peningkatan terjadi pada bilirubin yang tak terkonjugasi. Bilirubin tak terkonjugasi ini tidak larut air, sehingga bilirubin tak dapat ditemukan pada urin. Penyebabnya bisa macam-macam, pada prinsipnya, apapun yang menyebabkan sel darah merah hancur dalam jumlah besar dan menimbulkan Jaundice/Ikterus yang bersifat pre hepatik, salah satunya akibat Anemia Hemolitik dan infeksi Malaria. - Urin : tidak ditemukan bilirubin terkonjugasi, tapi urine-Urobilinogen (+2) atau lebih - Serum : peningkatan unconjugated bilirubin

2.Hepatik/hepatoseluler

Jaundice akibat proses hepatik/hepatoseluler dapat disebabkan oleh hepatitis akut/kronis, kanker, alcoholic liver disease, atau penyebab lain yang menimbulkan nekrosis sel hepar. Sel hepar normalnya akan memetabolisme bilirubin tak terkonjugasi menjadi bilirubin terkonjugasi, kemudian dialirkan ke kandung empedu. Dengan gangguan tersebut, kadar bilirubin tak terkonjugasi akan turut meningkat pada darah. Kondisi yang sama terjadi pada newborn jaundice. Newborn jaundice terjadi akibat belum maturnya hepar, sehingga belum mampu menjalankan fungsi-fungsi metabolisme bilirubin pada darah. Tentunya pada Jaundice yang disebabkan oleh proses hepatik, kita akan menemukan tanda-tanda gangguan hepar yang cukup signifikan, seperti ascites, rabaan massa pada hepar, riwayat infeksi virus hepatitis, peningkatan SGOT/SGPT, dan hasil radiologis yang membuktikan adanya perubahan morfologi hepar lainnya (USG). Temuan yang bisa kita lihat: - Urin : bilirubin terkonjugasi (+), urobilinogen (+2) - Plasma albumin menurun, namun plasma globulin meningkat karena peningkatan produksi antibodi, terutama pada infeksi virus Hepatitis.

3.Post-hepatik/kolestatik

Istilah lain yang sering dipakai untuk Jaundice akibat proses Post-hepatik/kolestatik adalah Obstructive Jaundice. Pada dasarnya, tidak ada hemolisis dalam jumlah besar, serta masalah pada sel hepar. Namun aliran bilirubin yang telah dimetabolisme oleh hepar ke kandung empedu terganggu akibat berbagai hal. Penyebab paling sering adalah batu empedu (gallstone) dan kanker kaput pankreas. Pada obstruksi yang komplit, temuan dapat berupa: - Urin : Bilirubin terkonjugasi (+), urobilinogen (-), urin menjadi lebih gelap - Feses : pucat (pale stools)

Jadi, segini ya penjelasan untuk Jaundice atau Ikterik kali ini. Selanjutnya, kalian bisa cek tabel di bawah ini untuk mempermudah kalian menghapalkan perbedaan penyebab dan patofisiologi Jaundice/Ikterik

Sumber: Materi kuliah mimin selama preklinik
adspace
adspace